MODEL KOMUNIKASI

Ada beberapa model komunikasi yang perlu diketahui dalam memenuhi komunikasi antar manusia. Berikut beberapa model komunikasi  menurut para ahli :

  • MODEL SHANNON –WEAVER

Pola komunikasi yang diterapkan adalah komunikasi satu arah yang berlangsung tanpa ada timbal baliksecara langsung. Apabila adanya hambatan (noise) dalam berkomunikasi, dapat mengganggu keefektifan dari proses komunikasi.

  • MODEL LASWELL

Model ini umumnya digunakan dalam komunikasi massa dimana komunikator sangat powerfull mampu mempengaruhi komunikan dan menganggap pesan yang disampaikan mampu membawa efek dalam diri komunikan.

Unsur-unsur dalam komunikasi ini menggunakan lima pertanyaan, yaitu :

  1. 1.      who (komunikator)
  2. 2.      say what (pesan yang disampaikan)
  3. 3.      in which channel (saluran komunikasi)
  4. 4.      To whom (penerima pesan)
  5. 5.      With what effect (efek komunikasi yang disampaikan)

 

  • MODEL SMCR (MODEL BERLO)

Model komunikasi ini terdiri dari empat komponen, yaitu :

  1. 1.      Source

Sumber dari proses komunikasi adalah siapa yang mempunyai informasi.

  1. Message

Pesan yang dikandung dalam komunikasi juga harus diperhatikan.

  1. Channel

Media yang digunakan dapat mempengaruhi persepsi.

  1. Receiver

Agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik, komunikan harus mempunyai pengetahuan, sikap, keterampilan, sistem sosial dan budaya yang tidak jauh berbeda dengan yang dimiliki komunikator.

  • MODEL LEARY (1950)

Menurut model ini, komunikasi adalah proses transaksional dan multi dimensi, di mana aspek relationship dan interaksi antar individu sangat mempengaruihi pelaksanaan komunikasi.

Dalam model ini terdapat 2 dimensi, yaitu :

1.  Dominance-Submission

Pada dimensi ini, bila ada pihak yang menguasai, maka ada pihak yang dikuasai. Proses komunikasi ini hanya satu arah.

Contoh : bos dengan pembantu, antara pimpinan dan karyawan.

2.  Love-Hate

Komunikasi tidak hanya dilakukan diantara orang yang saling mencintai, namun juga kepada yang dibenci. Dengan konteks yang berbeda.

 

  • MODEL KEYAKINAN KESEHATAN

Model ini menekankan pada persepsi klien sebagai upaya pencegahan penyakit. Elemen utama dari model ini adalah :

  • Persepsi individu terhadap tingkat keparahan penyakit.
  • Persepsi individu terhadap manfaat dalam melaksanakan tindakan pencegahan penyakit.
  • Petunjuk yang tersedia untuk menstimulasi indivi dalam melaksanakan tindakan pencegahan penyakit.

Kelebihan model ini yaitu adanya penerapan komunikasi yang luas, dapat merubah persepsi dan keyakinan klien sehingga prilaku sehat ditingkatkan.

 

  • MODEL KOMUNIKASI KING

Menekankan pada komunikasi yang terjadi antara perawat dan klien yang bertujuan untuk menentukan suatu keputusan dalam melaksanakan tindakan kesehatan.

  • MODEL SCHRAUMN

Model ini menjelaskan pengalaman dalam proses komunikasi. Persamaan pengalaman, bahasa dan latar belakang social budaya sangat menentukan apakah pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik dan sesuai dengan maksud komunikator.

Schraumn menggunakan unsur :

SOURCE ENCODER SIGNAL DECODER DESTINATION

  • MODEL KOMUNIKASI PARTISIPASI

D. Lawrance Kincaid dan Everett M. rogers mengembangkan sebuah model komunikasi berdasarkan konsep pemusatan yang dikembangkan dari teori informasi dan sibernetik. Model ini muncul setelah melihat berbagai kelemahan model komunikasi satu arah yang mendominasi berbagai riset sebelumnya. Teori sibernetik melihat komunikasi sebagai suatu sistem dimana semua unsur saling mengatur dalam memproduksi luaran. Keberhasilan komunikasi ditunjukkan dalam merakit berbagai macam teknolagi canggih seperti komputer,radar,peluru kendali, dll.

 

Sumber :

http://…komunikasi…/bkk_112_slide_model_komunikasi.pdf

 

TEORI DAMPAK MEDIA

 

TEORI DAMPAK MEDIA

1.      Teori Jarum suntik

Perang antara Amerika Serikat dengan Spanyol pada tahun 1898, merupakan kejadian yang didorong oleh koran yang diterbitkan oleh William Randolph Hearst. Koran tersebut memberitakan tenggelamnya kapal perang Amerika Serikat yang bernama Maine, di Havana Harbor merupakan ulah tentara Spanyol dengan sangat besar dan terkesan berlebihan, sehingga perang pun tidak dapat terhindarkan (Selanjutnya ditemukan bahwa tenggelamnya kapal perang Amerika Serikat tersebut bukanlah karena serangan tentara Spanyol). Dari contoh diatas dapat dilihat begitu kuatnya media dalam mendorong perubahan pikiran manusia, dengan dampak dan proses yang begitu hebat sepeti jarum suntik (hypodermic) maupun peluru yang meluncur dengan kecepatan tinggi. Contoh yang lebih jelas lagi ialah pidato yang dilakukan oleh pemimpin Nazi, Adolf Hitler, melalui radio publik, yang akhirnya menjadi faktor vital memulai Holocaust di Perang Dunia Ke II. Teori ini mencoba menjelaskan bagaimana persuasi yang datang dari media memegang peran penting dalam, merubah cara manusia berpikir, bertindak, maupun berperilaku.

2.      Teori Arus Bertahap

Teori ini beranggapan bahwa efek media terjadi secara tidak langsung dan termediasi melalui opinion leaders. Opinion Leaders ini memiliki pengertian Individu yang gagasannya dan perilaku menjadi model bagi orang lain yang kemudian mengkomunikasikan pesan dan mempengaruhi sikap dan perubahan perilaku para pengikut mereka.Katz dan Lazarsfeld, 1955, menambahkan bahwa sebagaian besar masyarakat menerima informasi yang datang dari media melalui “media secondhand” yakni pengaruh personal dari opinion leaders. Opinion leaders ini merupakan individu yang paling kharismatik dan dipercaya didalam komunitas sosialnya. Opinion leaders ini kurang dipengaruhi oleh media massa publik, pengaruh yang mereka terima, dominannya datang dari elit-elit media yang ada. Sebagai contoh, Opinion Leaders yang datang dari dunia politik, akan menggunakan cara kampanye yang berbeda ketika ingin melakukan komunikasi tentang dirinya dengan penyimak yang memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi (elite audience),dengan menggunakan penggunaan bahasa yang lebih kompleks dan rumit. Sebaliknya, ketika ingin berkomunikasi dengan masyarakat secara umum dengan tingkat pengetahuan yang sedang bahkan rendah, politikus tersebut akan menjadi lebih rendah hati, dengan menggunakan bahasa yang lebih merakyat dan media yang bisa dijangkau oleh masyarakat secara luas.

3.      Teori Proses Selektif

Teori ini menjelaskan bahwa masyarakat melakukan suatu proses seleksi sehingga masyarakatlah yang secara selektif menentukan, efek apa yang mereka ingin dapatkan dari informasi yang diberikan oleh media. Masyarakat, pada umumnya akan menghindari informasi yang datang dari media, yang secara fundamental kontradiktif dengan nilai-nilai atau ideologi yang selama ini mereka miliki, dan yakin akan kebenarannnya. Sebagai contoh, kelompok masyarakat yang mendukung invasi Amerika Serikat ke Irak, tidak akan membaca artikel mengenai pembentukan kedamaian di Irak, dan penghapusan perang. Pada tahun 1960, Joseph Klapper berpendapat melalui penelitiannya mengenai efek media pascaperang. Klapper menyimpulkan bahwa media merupakan organisasi yang lemah, media gagal dalam menambah partisipasi politik masyarakat (ataupun Partisipasi dalam pemilu).

4.      Teori Pembelajaran Sosial

Teori pembelajaran sosial adalah teori yang memprediksi perilaku dengan melihat cara lain yang dilakukan individu dalam memproses informasi. Teori ini menjelaskan bahwa contoh dari personal tertentu atau media massa dapat menjadi penting dalam usaha memperoleh perilaku yang baru. Individu melakukan proses imitasi atas apa yang mereka lihat dari media. Teori ini sendiri menekankan pengaruh Televisi secara khusus dalam proses imitasi tersebut. Sebagai contoh, ketika suatu acara ditelevisi menampilkan seorang preman yang akhirnya ditangkap polisi, karena melakukan tindakan kriminal, masyarakat yang menontonnya akan berusaha untuk tidak meniru apa yang telah dilakukan oleh preman tersebut. Secara umum, semakin dekat apa yang kita saksikan dilayar televisi dengan karakter diri yang kita percayai, maka semakin dekat pula, kita dengan proses imitasi tersebut.

5.      Teori Kultivasi

Teori kultivasi (Cultivation Theory) pertama kali dikenalkan oleh Profesor George Gerbner ketika ia menjadi dekan Annenberg School of Communication di Universitas Pennsylvania Amerika Serikat (AS). Tulisan pertama yang memperkenalkan teori ini adalah “Living with Television: The Violence profile”, Journal of Communication. Awalnya, ia melakukan penelitian tentang “Indikator Budaya” dipertengahan tahun 60-an untuk mempelajari pengaruh menonton televisi.Teori ini mendeksripsikan bahwa media menghasilkan sebuah dampak dimana ada sebagian masyarakat yang menganggap dunia nyata (kehidupannya sehari-hari) berjalan sesuai dengan dunia yang digambarkan oleh media. Ataupun sebaliknya, menganggap bahwa dunia dalam media itu adalah “realita”. Sebagai contoh, anak-anak yang secara konsisten menyaksikan liputan mengenai penculikan anak, akan menganggap bahwa dimana pun Ia berada penculikan tersebut bisa terjadi, sehingga memiliki rasa ketakutan yang berlebihan, dibandingkan anak-anak yang tidak menonton liputan tersebut.

6.      Teori Priming

Priming adalah proses di mana media massa berfokus pada sebagian isu dan tidak pada isu lainnya dan dengan demikian mengubah juga standar evaluasi yang digunakan khalayak untuk menilai realitas sosial yang dihadapinya (Severin, 2005: 271). Selain itu teori ini juga menjelaskan bahwa media mendorong terbentuknya pikiran yang terhubung dengan apa yang ditampilkan dimedia itu sendiri. Sebaga contoh, adanya kecenderungan untuk meniru adengan-adegan kekerasan yang ditampilkan dimedia pada orang lain di dunia nyata.

7.      Teori Penetapan Agenda

Merupakan sebuah proses dimana figur publik dan peristiwa penting apa yang membantu menentukan konten yang akan disampaikan oleh media. Teori ini juga menjelaskan efek proses tersebut bagi masyarakat penyimak media, dimana dijelaskan bahwa semakin besar ketertarikan masyarakat akan suatu isu, maka semakin besar pula coverage yang dilakukan oleh media atas isu tersebut. Bernard Cohen (1963) berpendapat bahwa:

“Pers lebih daripada sekadar pemberi informasi dan opini. Pers mungkin saja kurang berhasil mendorong orang untuk memikirkan sesuatu, tetapi pers sangat berhasil mendorong pembacanya untuk menentukan apa yang perlu dipikirkan”

8.       Teori Katharsis

Teori Katharsis pertama kali diperkenalkan pada kisaran awal tahun 1960 dalam tulisan berjudul “The Stimulating Versus Cathartic Effect of a Vicarious Aggressive Activity” yang dipublikasikan dalam journal of abnormal social psychology. Konsep teori ini berdiri diatas psikoanalisa Sigmund freud, yaitu emosi yang tertahan bias menyebabkan ledakan emosi berlebihan, maka dari itu diperlukan sebuah penyaluran atas emosi yang tertahan tersebut.Penyaluran emosi yang konstruktif ini disebut dengan katharsis.Pada masa itu, Freud berpikir bahwa pelepasan emosi yang tertahan dapat menjadi suatu efek terapeutik yang menguntungkan (Corsini & Wedding, 1989). Penyaluran emosi dan agresi tersebut, terkadang didasari oleh sebuah tragedy atau peristiwa yang pernah menimpa seseorang dimasa lalu dan menimbulkan rasa trauma. Contohnya, Warga Indonesia yang jenuh melihat kondisi kehidupan Indonesia dengan segala warna kecurangan, korupsi serta tindak ketidak adilan yang dilakukan oleh pemrintah dan polisi, merasa senang dan emosi serta agresinya tersebut tersalurkan ketika menonton film India, yang menceritakan tentang kepahlawanan seorang inspektur polisi membasmi koruptor dan polisi jahat. Musik, film, gambar, peristiwa merupakan contoh dari efek katarsis tersebut. Teori ini menjelaskan juga bahwa konten dewasa dan juga kekerasan yang ditampilkan oleh media memberikan efek positif karena memberikan kesempatan bagi individu untuk meninggalkan sifat anti sosial mereka didalam sebuah dunia fantasi. Teori ini populer pada tahun 1930 hingga 1940, sebelum akhirnya masyarakat secara luas percayan bahwa media memiliki tanggung jawab terhadap penyakit-penyakit sosial yang terjadi didalam masyarakat.

9.      Teori Kritis

Teori kritis pertama kali ditemukan Max Horkheimer pada tahun 1930-an. Pada mulanya teori kritis berarti pemaknaan kembali ideal-ideal modernitas tentang nalar dan kebebasan, dengan mengungkap deviasi dari ideal-ideal itu dalam bentuk saintisme, kapitalisme, industri kebudayaan, dan institusi politik borjuis.Teori kritis memungkinkan pembacaan produksi budaya dan komunikasi dalam perspektif yang luas dan beragam. Teori ini bertujuan untuk melakukan eksplorasi refleksif terhadap pengalaman yang manusia alami dan cara manusia mendefinisikan dirinya sendiri, budaya , dan dunia. Teori ini mempertanyakan teori-teori lain yang digunakan dalam menjelaskan dampak yang dihasilkan oleh media. Teori ini sendiri memfokuskan pembahasannya bukan pada efek perilaku yang diterima Individu dari media, namun melihat perubahan budaya dalam ruang lingkup yang luas yang disebabkan oleh media. Teori Kritis ini juga memiliki kemampuan dalam mendeksripsikan secara lanjut hubungan antara budaya dengan media itu sendiri. Teori ini percaya, dampak yang dihasilkan oleh media, bukanlah efek yang terjadi secara monoton, namun sebagai sebuah proses timbal balik.

10.  Teori Dampak Media dan Interaksi Manusia dengan Komputer

Interaksi manusia dengan komputer adalah suatu konsep yang menjelaskan mengenai hubungan antara manusia dengan komputer tidak hanya dalam lingkup yang sempit namun juga dalam jangkauan yang lebih universal. Konsep ini menjelaskan mengenai proses, dialog, dan kegiatan dimana melaluinya pengguna memanfaatkan dan berinteraksi dengan komputer. Interaksi manusia dengan media dapat dikategorikan dalam konsep ini. Manusia yang tidak bisa lepas dari informasi selalu memanfaatkan teknologi komunikasi yang berbasis teknologi komputer dalam kehidupannya. Ketika interaksi tersebut terjadi, maka terjadi pula dampak-dampak yang dihasilkan oleh media dari berbagai perspektif yang ada. Interksi manusia dengan komputer ini merupakan perantara terhadap terjadinya implikasi perubahan perilaku dan sikap manusia dalam proses komunikasi.

 

Sumber :

 

PENCITRAAN BALON (BAKAL CALON) WALIKOTA MAKASSAR

Bakal calon walikota Makassar telah berlomba-lomba menggelar kegiatan untuk mendapatkan simpatik masyarakat. Pencitraan yang dilakukan oleh bakal calon walikota bukan hanya memanfaatkan media baliho yang ada disetiap sudut kota Makassar tetapi pencitraan juga dilakukan melalui media massa yaitu media cetak dan media penyiaran yang ada di kota Makassar. Media cetak merupakan media yang paling banyak diminati oleh bakal calon walikota untuk berkampanye dan membangun pencitraannya, selain itu ada beberapa bakal calon walikota yang berkampanye melalui event.

Misalnya Kandidat walikota Rusdin Abdullah (Rudal) menggelar pertandingan futsal se-Makassar. Adapun politikus Partai Demokrat Andry Arief Bulu memilih membangun pencitraannya dengan menggelar lomba domino di kelurahan pampang, sedangkan Rusdin memilih membangun pencitraannya dengan menyelenggarakan perlombaan futsal yang dipusatkan di Lapangan Futsal Cendrawasih Square.

Membangun pencitraan di masyarakat merupakan hal yang sangat penting dalam pemilihan walikota agar masyarakat lebih mengenal calon walikotanya dan dengan kegiatan berkampanye tersebut akan mendekatkan masyarakat dengan calon pemimpinnya.

PROMOSI KAMPUS

UNIVERSITAS FAJAR MAKASSAR

KAMPUS YANG BERBASIS ENTERPRENEUR

 

Universitas fajar adalah universitas swasta berbasis enterpreneur yang paling berkualitas di Makassar.

 

Menerima Mahasiswa Baru Tahun Ajaran  2012  / 2013 :

Gelombang  I  : 1 Mei- 30  Juni 2012

Gelombang II  : 2 Juli- 11 Agustus 2012

Gelombang III : 13 Agustus – 11 September 2012

Bebas Biaya Pendaftaran Gelombang I

 Fasilitas :

  • Setiap ruang kelas dilengkapi dengan pendingin ruangan/ac
  • Area parkir
  • Proses perkuliahan menggunakan LCD
  • Pojok bursa efek Indonesia
  • Kantin
  • LPPM
  • Mushollah
  • Gedung aula dan olahraga
  • Koneksi Internet 24 jam free
  • Klinik kesehatan
  • ATM
  • Asuransi
  • Laboratorium praktek
  • Beasiswa berprestasi dan kurang mampu

 

Program Studi :

Komunikasi :*

Jurnalis/Kewartawanan (Journalism)

Penyiar Radio dan Televisi (Broadcasting)

Kehumasan (Public Relations)

Akuntansi:*

Akuntansi Sektor Bisnis dan Public

Perpajakan dan Komputer Akuntansi

Binawisata/Pariwisata:*

Travel dan Ticketing

Perhotelan dan Destinasi

Manajemen:*

Manajemen Keuangan Syariah

Manajemen Sumber Daya Manusia

Manajemen Pemasaran

Hubungan Internasional:*

Diplomasi Publik

Kajian Timur Tengah

Sastra Inggris:*

English For Jurnalism

English Business

Teknik Arsitektur:*

Real Estate

Perancangan Urban

Teknik Elektro:*

Teknik Informatika

Teknik Telekomunikasi

Teknik Mesin:**

Teknik Industri

Teknik Metalurgi & Material

 Teknik Sipil:*

Manajemen Rekayasa Konstruksi

Struktur, Transportasi

Sumber daya Air dan Lingkungan

Teknik Kimia:*

Teknologi Hasil Pertanian dan Perkebunan

Teknologi Lingkungan

*Terakreditasi Ban-Pt

**Dalam Proses Akreditasi

Informasi dan Pendaftaran

Jl. Racing Centre No.101 Telp.(0411)447508-459938. Fax (0411)441119 Makassar

Email. univ.fajar@gmail.com

www.unifa.ac.id

 

OPINI PUBLIK

 

Berdasarkan Etimologi (Etymology: ilmu tentang asal kata) Opini publik adalah terjemahan dari kosa kata bahasa Ingris yakni public opinion. Ditinjau dari sudut asal katanya (Etymology) Public Opinion berasal dari bahasa latin yakni opinari dan publicus. Adapun Opinary berarti berfikir atau menduga. Dalam bahasa Inggris juga menandung arti option and hope yang juga berasal dari bahasa latin yaitu optio. sedangkan publicus mempunyai arti milik masyarakat luas.
Opini publik adalah pendapat kelompok masyarakat atau sintesa dari pendapat dan diperoleh dari suatu diskusi sosial dari pihak-pihak yang memiliki kaitan kepentingan. Agregat dari sikap dan kepercayaan ini biasanya dianut oleh populasi orang dewasa.
Dalam menentukan opini publik, yang dihitung bukanlah jumlah mayoritasnya (numerical majority) namun mayoritas yang efektif (effective majority). Subyek opini publik adalah masalah baru yang kontroversial dimana unsur-unsur opini publik adalah: pernyataan yang kontroversial, mengenai suatu hal yang bertentangan, dan reaksi pertama/gagasan baru.
Pendekatan prinsip terhadap kajian opini publik dapat dibagi menjadi 4 kategori:
  1. pengukuran kuantitatif terhadap distribusi opini
  2. penelitian terhadap hubungan internal antara opini individu yang membentuk opini publik pada suatu permasalahan
  3. deskripsi tentang atau analisis terhadap peran publik dari opini publikkajian baik terhadap media komunikasi yang memunculkan gagasan yang menjadi dasar opini maupun terhadap penggunaan media oleh pelaku propaganda dan manipulasi.
Menurut Dan Nimmo
opini personal terdiri atas kegiatan verbal dan non verbal yang menyajikan citra dan interpretasi individual tentang objek tertentu, biasanya dalam bentuk isu yang diperdebatkan orang.[
Opini dapat dinyatakan secara aktif maupun secara pasif. Opini dapat dinyatakan secara verbal, terbuka dengan kata-kata yang dapat ditafsirkan secara jelas, ataupun melalui pilihan-pilihan kata yang sangat halus dan tidak secara langsung dapat diartikan (konotatif). Opini dapat pula dinyatakan melalui perilaku, bahasa tubuh, raut muka, simbol-simbol tertulis, pakaian yang dikenakan, dan oleh tanda-tanda lain yang tak terbilang jumlahnya, melalui referensi, nilai-nilai, pandangan, sikap, dan kesetiaan.[
Opini publik itu identik dengan pengertian kebebasan, keterbukaan dalam mengungkapkan ide-ide, pendapat, keinginan, keluhan, kritik yang membangun, dan kebebasan di dalam penulisan. Dengan kata lain, opini publik itu merupakan efek dari kebebasan dalam mengungkapkan ide-ide dan pendapat.[
Menurut para ahli adalah sebagai berikut :
  • Opini menurut Webster’s New Collegiate Dictionary adalah suatu pandangan, keputusan atau taksiran yang terbentuk di dalam pikiran mengenai suatu persoalan terntentu.
  • Menurut Frazier Moore (2004) Opini lebih kuat dari pada sebuah kesan tetapi lebih lemah dari pada pengetahuan yang positif. Opini merupakan suatu kesimpulan yang ada dalam pikiran dan belum dikeluarkan untuk di perdebatkan.
  • William Albig (1939:4) menjelaskan sebagai berikut mengenai opini : Opinion is any expression on a controversial topic.
Abelson dalam Soemirat (2004) menyebutkan Opini mempunyai unsur pembentuk yaitu
1.      Belief
2.      Attitude
3.      Perception
Akar dari opini adalah persepsi yang ditentukan oleh factor berikut ini :
1.      Latar belakang budaya
2.      Pengalaman masa lalu
3.      Nilai yang dianut
4.      Berita yang berkembang
Menurut Effendy, ada beberapa jenis opini yang berkaitan dengan opini public.
  • Opini individu yaitu pendapat seseorang secara perorangan mengenai sesuatu yang terjadi di masyarakat. Opini public merupakan perpaduan dari opini-opini individu.
  • Opini pribadi yaitu Pendapat asli seseorang mengenai sesuatu persoalan. Opini seseorang belum tentu opini pribadinya, mungkin merupkan opini orang lain yang dianggapnya lebih mendekati kebenaran yang subyektif.
  • Opini kelompok yaitu pendapat kelompok mengenai masalah social
William Albig,
didalam bukunya Public Opinion,
(Mc Graw-Hill Book Company, Inc, New York,1939, h. 3)
Mengemukakan pendapatnya sebagai berikut : ‘TO results from the interaction of persons upon one another in any type of groups” (Opini publik adalah hasil dari pada interaksi antara individu-individu dalam kelompok apa saja). Ini-berarti bahwa opini publik itu timbul, karena adanya interaksi antara individu-individu yang menyatakan pendapatnya. Selanjutnya Albig mengemukakan bahwa opini publik itu baru menjadi opini bila hal itu telah dinyatakan.
Frazier Moore (2004)
menjelaskan Opini public adalah ungkapan keyakinan yang menjadi pegangan bersama diantara para anggota sebuah kelompok atau public, mengenai suatu masalah controversial yang menyangkut kepentingan umum.
Emory Bogardus
didalam buku The Making of Public Opinion (h.5)
 “Opini publik adalah hasil pengintegrasian pendapat berdasarkan diskusi yang dilakukan didalam masyarakat demokratis. Opini publik bukan merupa-kan selur’uh jumlah pendapat individu-individu yang dikumgulkan.” Dengan demikian berarti
  • Opini publik itu bukan merupakan kata sepakat (senstemmig, unanimous)
  • Tidak merupakan jumlah pendapat yang dihitung secara “numerical” (numeriek. menurut jumlah) berapa jumlah
George L. Bird dan, Frederick E. Merwin
Mengemukakan dalam bukunya The Press and Society, pendapat Clyde L. King dalam tulisannya Public Opinion a Manifestation of the Social Mind
Bahwa opini publik itu adalah penilaian sosial (social judgment) mengenai sesuatu hal yang penting dan berarti atas dasar pertukaran fikiran yang dilakukan individu-individu dengan sadar dan rasionil.
Leonardo W. Dood dalam Soemirat (2004)
Menurut : Opini public adalah sikap orang-orang mengenai sesuatu persoalan, dimana mereka merupakan anggota dari sebuah masyarakat yang sama.
Dalam How Public pinion is formed, Edward M. mejelaskan bahwa : Opini public tidak selalu logis, opini public tidak berbentuk, ambivalen, ontradiktif, mudah berubah. Konsekuensinya mereka yang mempengaruhi opini public hanya dapat berharap bahwa usaha mereka dari waktu kewaktu menimbulkan consensus terhadap persepsi yang masuk akal terhadap isu yang berkembang.
Emory Bogardus (1951)
Opini public adalah hasil pengintegrasian pendapat berdasarkan diskusi yang dilakukan di dalam masyarakat domokratis. Opini public bukan merupakan sejumlah pendapat individu-individu yang dikumpulkan. Maka menurutnya opini public dapat berarti 3 hal :
1.      Opini public bukan merupakan kata sepakat
2.      Tidak merupakan sejumlah pendapat yang dihitung secara numerical
3.      Opini public hanya dapat berkembang di Negara-negara demokratis, yang mengakui Freedom of the press
Cutlit & Center (1958)
 “The term public opinion is a slippery one. Out ability to measure it is greater than our ability to define or manipulate it. Although the concept originated in the …. century, it still has not been defined satisfactorily. Public opinion is difficult to describe, elusive to define, hard to measure, impossible to see.”
Kruger Reckless didalam bukunya Social Psychology mengemukakan
Bahwa opini publik adalah suatu pendapat basil pertimbangan seseorang tentang sesuatu hal yang telah diterima sebagai fikiran publik.
Banyak definisi yang telah dikemukakan, tapi sampai sekarang belum terdapat pengertian yang exact tentang opini publik itu. James Bryce didalam bukunya, Modern Democracies, menyatakan, bahwa kekuatan opini publik tidak dapat disangkal lagi, tapi sampai saat ini belum ada definisi atau tau teori mengenai opini publik yang dapat diterima.
Cara Mengetahui Adanya Opini Publik
Tahun 1965 sewaktu pembrontakan GESTAPU/PKI ada pertentangan antara PKI dan pendukung Pancasila yang kemudian menjadi Orde Baru. Pertentangan terjadi setelah mendengar bahwa ada pembunuhan terhadap para Jendral oleh PKI. Pembrontakan PKI (GESTAPU/PKI) berlangsung dimana-mana, akan tetapi langsung dapat ditumpas. Hal tersebut juga kita dengar dari surat kabar, radio, televisi dan film, rapat-rapat, pidato-pidato, di forum ceramah dan dimana saja. Gejala tersebut disebut public opinion atau opini publik.[
Untuk memahami opini seseorang dan publik tidaklah mudah. Menurut R.P. Abelson, hal ini berkaitan dengan:
  1. Kepercayaan mengenai sesuatu (belief)
  2. Apa yang sebenarnya dirasakan atau menjadi sikapnya (attitude)
  3. Persepsi. Suatu pengalaman tentang objek, peristiwa, atau hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi serta menafsirkan pesan dan persepsi merupakan pemberian makna pada stimuli inderawi.
Sumber:
http://chelsyyesicha.staff.unri.ac.id/files/2012/03/OP1.pdf
http://id.wikipedia.org/wiki/Opini_publik

 

PENGERTIAN DAN KEGUNAAN DATA ANALOG SERTA FUNGSI SINYAL ANALOG

Data  analog adalah sinyal data dalam bentuk gelombang yang kontinyu, yang membawa informasi dengan mengubah karakteristik gelombang. Dua parameter/karakteristik terpenting yang dimiliki oleh isyarat analog adalah amplitudo dan frekuensi. Isyarat analog biasanya dinyatakan dengan gelombang sinus atau setengah lingkaran, mengingat gelombang sinus merupakan dasar untuk semua bentuk isyarat analog. Hal ini didasarkan kenyataan bahwa berdasarkan analisis fourier, suatu sinyal analogdapat diperoleh dari perpaduan sejumlah gelombang sinus.Dengan menggunakan sinyal analog, maka jangkauan transmisi data dapat mencapai jarak yang jauh,tetapi sinyal ini mudah terpengaruh oleh noise. Gelombang pada sinyal analog yang umumnya berbentuk gelombang sinus memiliki tiga variable dasar, yaitu amplitudo, frekuensi dan phase.Amplitudo merupakan ukuran tinggi rendahnya tegangan dari sinyal analog.

Data analog, misalnya suara dan video, diubah menjadi bentuk digital agar mampu menggunakan fasilitas transmisi digital. Teknik yang paling sederhana adalah Pulse Code Modulation (PCM), yang melibatkan pengambilan sample analog secara periodik dan mengkuantisasi sample.

Data analog dimodulasi oleh suatu frekuensi pembawa agar menghasilkan sinyal analog dalam band frekuensi yang berlainan yang dapat digunakan pada sistem transmisi analog. Teknik dasar untuk ini adalah Amplitude Modulation (AM), Frequency Modulation (FM) dan Phase Modulation (PM).

Data  analog diuraikan mempergunakan suatu code untuk memproduksi suatu aliran bit digital

(1) Sinyal menempati spektrum yang sama seperti data analog

(2) Data analog diuraikan untuk menempati posisi spektrum yang berbeda

 

Sinyal analog

Disebarkan melalui amplifier; perlakuan yang sama baik sinyal yang digunakan sebagai data analog atau digital.Anggap bahwa sinyal analog mewakili data digital. Sinyal disebarkan melalui repeater; pada tiaprepeater, data digital diperoleh kembali dari sinyal asal dan dipakai untuk menghasilkan suatu sinyal analog baru yang berbeda.

 

Dasar pensinyalan analog adalah sinyal frekuensi-konstan kontinu yang disebut sebagai pembawa sinyal (carrier). Frekuensi dari sinyal pembawa dipilih agar sesuai dengan media transmisi yang akan digunakan.

Data ditransmisikan melalui sinyal pembawa dengan cara modulasi. Modulasi adalah proses pengkodean data dengan sinyal pembawanya. Semua teknik modulasi melibatkan operasi pada satu atau lebih parameter sinyal, yaitu :

amplitudo, frekuensi dan fase. Sinyal pemodulasi disebut sinyal baseband.

Hasil dari modulasi sinyal pembawa disebut sinyal termodulasi.

Sumber :

http://www.scribd.com/doc/82096008/Pengertian-Data-Analog-Dan-Data-Digital

http://sunawang.files.wordpress.com/2010/01/bagian-5.pdf

 

 

 

DAMPAK MENONTON TELEVISI BAGI ANAK

Televisi merupakan media massa elektronik yang mampu menyebarkan berita secara cepat dan memiliki kemampuan mencapai khalayak dalam jumlah tak terhingga pada waktu yang bersamaan. Televisi juga merupakan salah satu media massa elektronik yang paling bermanfaat bagi masyarakat. Karena melalui televisi kita dapat memperoleh banyak informasi yang bukan hanya dapat didengar tetapi juga dapat dilihat. Pada jaman sekarang televisi sangat digemari hampir disegala jenjang usia, baik oleh anak-anak, remaja dan orang dewasa.

Pengaruh Media terhadap anak makin besar, teknologi semakin canggih & intensitasnya semakin tinggi. Padahal orangtua tidak punya waktu yang cukup untuk memerhatikan, mendampingi & mengawasi anak. Anak lebih banyak menghabiskan waktu menonton TV ketimbang melakukan hal lainnya. Dalam seminggu anak menonton TV sekitar 170 jam. Apa yang mereka pelajari selama itu? Mereka akan belajar bahwa kekerasan itu menyelesaikan masalah. Mereka juga belajar untuk duduk di rumah dan menonton, bukannya bermain di luar dan berolahraga. Hal ini menjauhkan mereka dari pelajaran-pelajaran hidup yang penting, seperti bagaimana cara berinteraksi dengan teman sebaya, belajar cara berkompromi dan berbagi di dunia yang penuh dengan orang lain.

Dampak negatif menonton TV bagi anak yaitu :

  • Berpengaruh terhadap perkembangan otak
    Terhadap perkembangan otak anak usia 0-3 tahun dapat menimbulkan gangguan perkembangan bicara, menghambat kemampuan membaca-verbal maupun pemahaman. Juga, menghambat kemampuan anak dalam mengekspresikan pikiran melalui tulisan, meningkatkan agresivitas dan kekerasan dalam usia 5-10 tahun, serta tidak mampu membedakan antara realitas dan khayalan.
  • Mendorong anak menjadi konsumtif
    Anak-anak merupakan target pengiklan yang utama sehingga mendorong mereka menjadi konsumtif.
  • Berpengaruh terhadap Sikap
    Anak yang banyak menonton TV namun belum memiliki daya kritis yang tinggi, besar kemungkinan terpengaruh oleh apa yang ditampilkan di televisi. Mereka bisa jadi berpikir bahwa semua orang dalam kelompok tertentu mempunyai sifat yang sama dengan orang di layar televisi. Hal ini akan mempengaruhi sikap mereka dan dapat terbawa hingga mereka dewasa.
  • Mengurangi semangat belajar
    Bahasa televisi simpel, memikat, dan membuat ketagihan sehingga sangat mungkin anak menjadi malas belajar.
  • Membentuk pola pikir sederhana
    Terlalu sering menonton TV dan tidak pernah membaca menyebabkan anak akan memiliki pola pikir sederhana, kurang kritis, linier atau searah dan pada akhirnya akan mempengaruhi imajinasi, intelektualitas, kreativitas dan perkembangan kognitifnya.
  • Mengurangi konsentrasi
    Rentang waktu konsentrasi anak hanya sekitar 7 menit, persis seperti acara dari iklan ke iklan, akan dapat membatasi daya konsentrasi anak.
  • Mengurangi kreativitas
    Dengan adanya TV, anak-anak jadi kurang bermain, mereka menjadi manusia-manusia yang individualistis dan sendiri.
  • Meningkatkan kemungkinan obesitas (kegemukan)
    Kita biasanya tidak berolahraga dengan cukup karena kita biasa menggunakan waktu senggang untuk menonton TV, padahal TV membentuk pola hidup yang tidak sehat.
  • Merenggangkan hubungan antar anggota keluarga
    Kebanyakan anak kita menonton TV lebih dari 4 jam sehari sehingga waktu untuk bercengkrama bersama keluarga biasanya ‘terpotong’ atau terkalahkan dengan TV.
  • Matang secara seksual lebih cepat
    Banyak sekali sekarang tontonan dengan adegan seksual ditayangkan pada waktu anak menonton TV sehingga anak mau tidak mau menyaksikan hal-hal yang tidak pantas baginya. Dengan gizi yang bagus dan rangsangan TV yang tidak pantas untuk usia anak, anak menjadi balig atau matang secara seksual lebih cepat dari seharusnya.

 

 

 

Sumber :

 

 

 

 

Previous Older Entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.